
Manjaro adalah distro favorite saya kedua setelah OpenSUSE. Apa alasannya? Rolling release! Lebih user friendly dibanding jika kita menggunakan Arch Linux, maksud rolling release adalah distro yang selalu mendapat update terbaru baik sistem maupun aplikasinya, mudahnya kita cukup menginstall sekali saja sistem operasi ke perangkat kita tanpa takut out of date, karena developer akan selalu memperbaharui sistem dan aplikasi melalui server yang telah tersedia.
Jika OpenSUSE adalah pilihan yang baik buat yang irit kuota, maka Manjaro malah sebaliknya, merupakan distro yang sangat haus akan kuota merupakan pilihan yang tepat buat pengguna yang punya kuota berlebihan, apalagi jika kita menggunakan WIFI.
Pada rilis terbarunya versi 0.8.12 begitu saya coba live installer langsung membuat saya tergoda, pasalnya distro ini sangat gesit, misalkan ketika membuka Gimp tak perlu menunggu lama seperti ketika saya menggunakannya di distro lain.
Selain itu Manjaro telah memoles cantik dekstop Xfcenya, dengan icon yang juga pas dibanding sebelumnya Faenza.
 |
Gimp 2.8.12 yang disertakan dalam Manjaro berjalan dengan sangat baik |
 |
Thunar File Manager |
 |
Mainstream: Install Manjaro lewat terminal |
 |
GUI Manjaro Installer |
 |
Whisker Menu tampil cantik |
 |
Setting Manger |
 |
Pengaturan kecerahan dan baterai jadi satu, jadi lebih efesien. |
 |
Terakhir, terminal xfce di Manjaro Linux |
Komentar
Posting Komentar
Mari bijak dalam berkomentar, mengkritik dan memberi masukan itu menandakan kita mengerti apa yang ada pada tulisan ini, terimakasih.
Mari mencerdaskan bangsa ini.