Singkat cerita, Komentar Untuk OpenSUSE 13.1

Ah tak terasa sudah seminggu saya menggunakan OpenSUSE 13.1 di laptop, banyak sekali yang ingin saya ceritakan, tapi toh kata-kata sulit sekali diungkap. Ya jadinya akan sayat tulis sebatas apa yang saya mampu saja.

#OpenSUSE_13.1

1. Belum sestabil dari 12.3 masih rentan bug, tapi ini saya maklumi, kenapa? Ya karena rilisnya juga baru seminggu lalu. Sebulan kemudian saya harap makin stabil.

2. KDE 4.11 racikan OpenSUSE memang jempolan, saya bandingkan dengan KDE milin Fedora spin 20 (Versi Beta) yang terasa hambar tanpa ada mucup, namun di OpenSUSE sensasinya luar biasa. Jika dibandingkan dengan KDE 4.10 di OpenSUSE 12.3 ini jauh lebih #maknyos, jarang terjadi kesalahan-kesalahan, dari pengalaman ini kinerja dan performa 4.11 di OpenSUSE lumayan juga.

Satu hal yang kurang saya sukai, Sering hang. Ya mungkin memang hardware saya kurang bagus. Namun meski demikian KDE 4.11 tetap ringan.

3. Adem, Ih ini juga bikin heran, di OpenSUSE 12.3 laptop cepet banget panas dan kali ini 13.1 keadaannya lebih adem. Saya sarankan untuk partisi system gunakan format xfs, sebenarnya kurang yakin juga sih apa sebabnya laptop lebih adem, mungkin bisa jadi karena kernelnya, driver-driver lain atau... atau... (tanda tanya).

4. Amarok, #cool #nyess. Audio player yang diusung KDE bener-bener, sayang beratnya mukan main, sampai-sampai pernah laptop dibikin hang, padahal cuma buka chrome dan Amarok ketika dilihat CPU usagenya 100%. Hemm... apa perlu cari alternatif lain?

5. Walau beberapa hal diatas mengganggu, tak membuat saya tak kerasan menggunakan OpenSUSE (Saya dualboot dengan Manjaro).

6. Ini ceritaku, mana ceritamu?

#Update

Write 10 Januari 2014

1. Kinerja maknyus stabil nyaris tanpa bug.

2. Laptop tetep adem.

3. Kadang-kadang icon traynya mendadak berubah entah apa sebabnya dan bagaimana membenahinya tapi begitu di logout/ restart icon tray kembali normal (terjadi sangat jarang)

4. very cool...



Hal Yang Dilakukan setelah install OpenSUSE 13.1

1. Gunakan Repository lokal.

Sebenarnya bukan keharusan sih menggunakan repository lokal khususnya pemabaca budiman yang mengguanak koneksi HDSPA, karena repository defaultnya bila kita melakukan instalasi atau update akan otomatis mencarikan/ mengoper ke repo terdekat denga wilayah kita. Namun sahabat yang mengguanak koneksi EDGE, sebagaimana pengalaman saya, menggunakan repository default sering kali terjadi error atau putus jaringan karena repo melakukan kerja 2 kali.

Nah bagi pembaca bediman bila internetnya lola alaias lemot, sebaiknya gunakan repository lokal.

a. Buka YaST > Software Repositories >
Klik Software Repository
b. Klik Edit, lalu ganti urlnya:
Klik Edit

2. openSUSE-13.1-Update                : http://kambing.ui.ac.id/opensuse/update/13.1/
3. openSUSE-13.1-Non-Oss             : http://kambing.ui.ac.id/opensuse/distribution/13.1/repo/non-oss/
4. openSUSE-13.1-Oss                     : http://kambing.ui.ac.id/opensuse/distribution/13.1/repo/oss/

Kemudian jangan lupa tambahkan pula repository Packman untuk instalasi install codec dan VLC

c. Klik Add > Specify URL > Isi Repository name dan URLnya dengan dibawah ini:


2. Update

a. Buka YaST > Online Update > Tunggu sebentar prosesnya, lalu klik accept.


3. Install paket rekomendasi.

Buka YaST > Software Management > lalu klik accpet Accept.



4. Install codec multimedia dan VLC
Karena secara default OpenSUSE tidak menyediakan codec-codec itu hingga kita tidak bisa membuka file audio dan video. Maka agar bisa membuka file tersebut kita install codecnya manual.

Ketikkan baris perintah berikut ke konsole/terminal:

$ sudo zypper install libxine2-codecs k3b-codecs ffmpeg lame gstreamer-0_10-plugins-bad gstreamer-0_10-plugins-ugly gstreamer-0_10-plugins-ugly-orig-addon gstreamer-0_10-plugins-ffmpeg vlc vlc-codecs

5. Install penghemat daya batrai laptop

$ sudo zypper install laptop-mode-tools

6. Install Google Chrome

a. Tambahkan repository berikut:


b. Ketikkan perintah berikut:

$ sudo zypper install google-chrome-stable

7. Menginstall Software pendukung.

Mungkin software yang disediakan OpenSUSE dirasa kurang cukup dan kita ingin install berbagai macam software/aplikasi lainnya, caranya berikut:

A. Bila kita belum tahu software apa yang akan kita install enakan kita gunakan Yast Software Management.

# Buka YaST > Software management > di form search kita cari software apa yang kiranya ingin diinstall. Bila sudah ketemu tinggal di chack list lalu klik Accpet.



# Ingin suatu aplikasi tapi kok di Software Management nggak ada? Nah kalau itu masalahnya coba kita buka browser Firefox, lalu buka website http://software.opensuse.org/. Pada kolom search kita cari aplikasi yang ingin di install, misal kamoso (aplikasi webcame KDE)

Lalu klik show unstable packages selanjutnya klik pada bagian 1 click install, save dan bukalah dokument .ymp dengan YaST.

Selanjutnya tinggal Next  dan Next.

8. Optimasi KDE agar lebih ringan dan gegas, disini ada hadiah buat pembaca budiman berupa ebook optimasi KDE.

Cara Membuat Linux (Ubuntu, OpenSUSE, Fedora, ArchLinux dan lainnya) Live USB di Terminal dengan Perintah "dd"

Sahabat budiman,

Kekuatan linux sebenarnya begitu besar jika kita mengerti lebih dalam command command di terminal, pekerjaan menjadi lebih ringan baik bagi user maupun komputer karena hanya perlu menjalankan beberapa kata baris perintah dan komputer juga mengerjakannya dengan gegas sebab tak menggunakan GUI/interface.

Dalam postingan ini kita bicara tentang cara membuat Linux live usb installer tanpa menggunakan software ketiga seperti Unetbootin, Pandrive, Imagewriter, LILI atau lainnya. Cukup dengan modal terminal dan baris perintah, betapa mudahnya bukan?

1. Siapkan file Isonya di /home/user/ biar lebih mudah. Sebagai contoh punya saya adalah Ubuntu 12.04.3 (ubuntu-12.04.3-desktop-i386.iso)

2. buka terminal/ konsole, lalu jalankan perintah berikut:

sudo dd if=~/ubuntu-12.04.3-desktop-i386.iso of=/dev/sdb

atau

sudo dd if=~/home/user/ubuntu-12.04.3-desktop-i386.iso of=/dev/sdb

Adakalanya partisi flashdisk terbaca sebagai sdc maka baris perintahnya sdb diganti sdc

Tunggu beberapa saat sampai selesai....

Cara mengganti Repository OpenSUSE Menjadi Repository Lokal (Update 22-11-2013)

Assalamu'alaikum sobat muslim, terimakasih atas kunjungannya semoga apa yang saya tulis ini memberi wawasan dan manfaat bagi teman-teman yang belum tahu.

Tutorial ini hanya sebagai pelengkap yang sudah ada dan untuk memperbanyak totorial OpenSUSE hingga teman-teman tak kesulitan mencarinya di search engine seperti Google.com

Sebenarnya mengganti repository default OpenSUSE ke Repository lokal tidaklah rumit, bisa kita lakukan menggunakan terminal (manual) Maupun YaST (GUI mode), kedua-duanya sama mudah dan simpel.

Daftar Repository lokal pilihan saya.
Sebelum kita mengganti repo default OpenSUSE ke repo lokal, perlu kiranya kita memperhatikan mana kiranya yang memiliki kecepatan download paling pesat, nah disini saya hanya memilih 3 Repo yang tercepat menurut saya pribadi, tak ada bukti nyata yang bisa saya paparkan disini, namun saya memilih hanya berdasarkan pengalaman pribadi dan pengakuan teman-teman, semoga bermanfaat.

Panduan Instalasi OpenSUSE 13.1 "Bottle"

Al Hamdulillah wa Syukur Ilallah, kami masih diberi kesempatan oleh Allah menulis catatan sederhana ini, tak ada hal yang diharapkan dari tulisan ini melainkan semoga bermanfaat.

Ada sebuah ujuaran, entah sabda Nabi tau kata bijak salafush-shalih, "Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya".

Instalasi

OpenSUSE telah meluncurkan distro versi barunya 13.1, postingan ini kita bahas cara instalasinya. Para sahabat yang hedak installlasi OpenSUSE dualboot dengan OS lain sebaiknya terlebih dahulu menyiapkan dahulu partisi baru. Partisi yang saya sarankan:

A. Bila RAM kita dibawah 2 GB, maka buatlah 3 partisi, dengan rincian:

1. Untuk System ( / ) dengan format xfs (dengan xfs saya rasakan laptop saya lebih adem).
2. Untuk Swap.
3. Untuk Home ( /home ) dengan format ext 4 <== Supaya bila terjadi musibah yang. mengharuskan kita melakukan install ulang, data-data kita tak turut lenyap terhapus.

B. Bila RAM diatas 2 GB buatlah 2 partisi tanpa swap:

1. Untuk System ( / ) dengan format xfs (dengan xfs saya rasakan laptop saya lebih adem).
2. Untuk Home ( /home ) dengan format ext 4 <== Supaya bila terjadi musibah yang. mengharuskan kita melakukan install ulang, data-data kita tak turut lenyap terhapus.

Namun bila hanya single boot (Di komputer hanya akan terinstall OpenSUSE saja) tak usah mengikuti saran ini.

Nb: 
1. Namun bila ruang hardisk kita terlalu minim untuk dibagi-bagi buat saja partisi / (system) tanpa perlu partisi Home. bila kurang jelas soal ini silahkan berkomentar.

2. Swap, selain untuk cadangan RAM juga berfungsi untuk mengaktifkan fitur Hibernate, bila kita meniadakan swap otomatis tak ada fitur hibernate pada sistem operasi kita.

Bila 2 atau 3 partisi sudah disiapkan kita lanjut dalam tahap instalasi.

# Masuk ke BIOS agar booting awalnya ke CD/ Flashdisk live yang sudah kita siapkan.

# Lantas akan tampil seperti pada gambar dibawah:


# lalu Enter

# Tunggu booting hingga masuk ke desktop.

# Lalu klik install OpenSUSE pada  icon di desktop.

1. Pilih bahasa dan keyboard layout, pilih saja seperti pada gambar. Bila sudah, klik Next.
2. Pillih time zone, cari dan klik daerah kita, misal Jakarta seperti pada gambar. Bila sudah, klik Next.
 3. Pada bagian ini memang perlu kecermatan, karena misalkan kita ingin dualboot tapi salah konfigurasi partisi bisa-bisa berakibat fatal pada data-data kita,

Bila sudah sesuai dengan harapan kita, klik saja Next. Namun bila ingin konfigurasi lebih lanjut, klik Edit Partition Setup.
 Gambar dibawah antarmuka untuk konfigurasi partisi lebih lanjut.



Klik pada partisi yang ingin kita ubah, lalu Edit.






Mengatur partisi.

Bila pemartisian sudah selesai, klik Accept. 

Karena dalam tulisan ini saya tidak menggunakan swap, makan ada ditanya "Apa kamu yakin menginstall OpenSUSE tanpa pake Swap?" Klik Yes.




Lalu tampil seperti gambar dibawah, klik Next



4. Isilah Username dan password terserah sobat.



klik Next, dan klik lagi yes.



5. Akan muncul seperti pada gambar dibawah, bila sudah yakin klik Install kemudian akan berlangsung proses instalasi, mari menunggu sambil ngeteh :D.





Sampai proses instalasi selesai, lalu lakukan restart/ reboot, pada tahap ini OpenSUSE sudah terinstall pada komputer kita.

Selanjutnya OpenSUSE melakukan konfigurasi secara otomatis, biarkan saja sampai tampil Desktopnya.... Selamat menikmati OpenSUSE KDE!

Preview OpenSUSE 13.1 Bottle, Best KDE Desktop.

Pada tanggal 19 November kamarin, tim proyek OpenSUSE mengumumkan telah rilisnya OpenSUSE 13.1 dengan menyertakan berbagai perubahan, stabilitas, kecepatan, keindahan dan berbagai fitur baru.

Namun satu hal yang pasti, yaitu YaST di porting dari QT ke Ruby. OpenSUSE 13.1 membawakan desktop KDE 4.11 dan Gnome 3.10 masing-masing begitu menawan. OpenSUSE dengan codenamenya "Bottle" hadir dengan menggunakan kernel 3.11 yang telah dioptimasi dengan baik dan tentunya kinerjanya semakin baik pula.

Untuk diketahui, OpenSUSE merupakan distro Linux yang dinobatkan best KDE distros (distro terbaik yang menggunakan desktop KDE) dan itu tak mengherankan karena novell (perusahaan dibalik OpenSUSE) adalah kotributor terbesar dalam pengembangan KDE desktop, hingga fungsi, fitur dan berbagai hal menjadi berlipat ganda dibanding distro lain yang menggunakan desktop KDE. Bukan sekedar tweak, antarmuka tapi juga fitur.

Screenshot:


Fitur KDE yang ditiru Windows 7

OpenSUSE 13.1 menggunakan desktop KDE 4.11.2, theme besutan openSUSE pula, menawan.

YaST System Manager
YaST sistem kontrol panel yang telah beralih ke Ruby
Repository Manager
Mengatur repository lebih mudah dan menyenagkan.


Updater makin cakep
Secara berkala OpenSUSE melakukan patch dan update untuk memperbaiki bug dan memperaharui software. Pada versi 13.1 makin cantik dan cepat. Terinterigasi dengan panel memudahkan kita memonitor jalannya update.
Update notify hadir dengan wajah baru

Update notify keren dengan wajah baru
KDE Menu

KDE Setting Manager
Desktop kontrol panel

Dolphin
KInfo Center

Informasi hardware yang kita gunakan, cukup detail.
Informasi Hardware
Kontact
Manajemen kontak didalamnya terintregasi kontak, email, kalender, note, feed reader, journal sangat cocok digunakan home personal dan perkantoran.

Kmail

Amarok suara gahar
Amarok, suara bening nan gahar dan GUI cool sekali.
Instalasi Cepat
Selain antarmuka yang meyakinkan, ternyata instalasi OpenSUSE cukup cepat sekali. Dengan menggunakan YaST, instalasinya tak sampai 15 menitan sesudah itu reboot, lalu jadilah sistem operasi yang aduahi.

Download OpenSUSE 13.1 di Mirror Lokal.

Setelah berberapa bulan kita menanti, akhirnya OpenSUSE versi 13.1 hadir juga dengan fitur baru dan kelebihannya.

Dalam Edisi ini OpenSUSE telah melakukan porting YaST dari Qt ke Ruby untuk mempermudah proses pengembangan.

Polesan OpenSUSE pada KDE 4.11 memang tak terlalu jauh berbeda dengan versi sebelumnya 12.3 (KDE 4.10 hampir mirip, tapi toh edisi ini makin cantik saja, dalam postingan berikutnya akan coba saya uraikan insya Allah.

Mengenai berbagai fitur global yang menjadi ciri khas OpenSUSE bisa baca artikel berikut:
Distro Linux Terbaik Dimata Pengguna Awam Bag 2: OpenSUSE (UPDATE!)

Mirror Datautama:

1. DVD 4 GB
A. 32 bit: http://kartolo.sby.datautama.net.id/openSUSE/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-DVD-i586.iso (4 GB)

Torrent: http://kartolo.sby.datautama.net.id/openSUSE/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-DVD-i586.iso.torrent

B. 64 bit: http://kartolo.sby.datautama.net.id/openSUSE/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-DVD-x86_64.iso (4 GB)

Torrent: http://kartolo.sby.datautama.net.id/openSUSE/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-DVD-x86_64.iso.torrent

2. OpenSUSE Live Version (900 Mb)

A. KDE Live:

# 32 bit: http://kartolo.sby.datautama.net.id/openSUSE/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-KDE-Live-i686.iso (903 Mb)

Torrent: http://buaya.klas.or.id/opensuse/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-KDE-Live-i686.iso.torrent

#64 bit: http://kartolo.sby.datautama.net.id/openSUSE/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-KDE-Live-x86_64.iso (942 Mb)

Torrent: http://buaya.klas.or.id/opensuse/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-KDE-Live-x86_64.iso

B. Gnome Live:

# 32 bit: http://kartolo.sby.datautama.net.id/openSUSE/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-GNOME-Live-i686.iso (911 Mb)

Torrent: http://buaya.klas.or.id/opensuse/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-GNOME-Live-i686.iso.torrent

# 64 bit: http://kartolo.sby.datautama.net.id/openSUSE/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-GNOME-Live-x86_64.iso (947 Mb)

Torrent: http://buaya.klas.or.id/opensuse/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-GNOME-Live-x86_64.iso.torrent


Mirror Buaya:

1. DVD 4 GB
A. 32 bithttp://buaya.klas.or.id/opensuse/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-DVD-i586.iso (4 GB)

Torrent: http://buaya.klas.or.id/opensuse/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-DVD-i586.iso.torrent

B. 64 bit: http://buaya.klas.or.id/opensuse/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-DVD-x86_64.iso (4 GB)

Torrent: http://buaya.klas.or.id/opensuse/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-DVD-x86_64.iso.torrent

2. OpenSUSE Live Version (900 Mb)

A. KDE Live:

# 32 bit: http://buaya.klas.or.id/opensuse/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-KDE-Live-i686.iso (903 Mb)

Torrent: http://buaya.klas.or.id/opensuse/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-KDE-Live-i686.iso.torrent

#64 bit: http://buaya.klas.or.id/opensuse/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-KDE-Live-x86_64.iso (942 Mb)

Torrent: http://buaya.klas.or.id/opensuse/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-KDE-Live-x86_64.iso

B. Gnome Live:

# 32 bit: http://buaya.klas.or.id/opensuse/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-GNOME-Live-i686.iso (911 Mb)

Torrent: http://buaya.klas.or.id/opensuse/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-GNOME-Live-i686.iso.torrent

# 64 bit: http://buaya.klas.or.id/opensuse/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-GNOME-Live-x86_64.iso (947 Mb)

Torrent: http://buaya.klas.or.id/opensuse/distribution/13.1/iso/openSUSE-13.1-KDE-Live-x86_64.iso

Daftar Modem Yang Teruji kompatibel Dengan Manjaro Linux Versi Komunitas (Update)

Berikut adalah list berbagai modem yang teruji berjalan dengan aman dan sentosa di Manjaro Linux versi Komunitas Manjaro Indonesia

1. Huawei E220
Via: Network Manager dan Wvdial.

2. Nokia 6300
Via: Wvdial (modem mode)

3. Nokia E71
Via: Wvdial (modem mode), Network Manager (wifi hotspot dengan aplikasi joikuspot di handset)

4. Samsung Galaxy Mini GT S5570
Via: Network Manager (Wifi Hotspot/USB tethering)

5. Samsung Nexus S i9023
Via: Network Manager (Wifi Hotspot/USB tethering)

6. Samsung Galaxy Young
Via: Network Manager (wifi hotspot)

7. Smartfren Andromax-i ADG683
Via: Wvdial (modem mode), Network Manager (wifi hotspot/usb tethering).

8. Smartfren Andromax HS E860
Via: Wvdial (modem mode), Network Manager (Wifi Hotspot/USB tethering)

9. Smartfren ec176-2
Via: NetworkManager (edit koneksi terlebih dahulu)

10. Smartfren Huawei EC1261-2
Via: Network Manager

11. XStream Evdo
Via: Wvdial

12. XStream Evdo Hotspot
Via : Network Manager (Wifi Hotspot).

13. ZTE AC2726
Via : Wvdial

14. ZTE AC30 Smartfren
Via : Wvdial (usb), Network Manager (Wifi hotspot).

15. ZTE AC30 Dual Band GSM/CDMA
Via : Wvdial (usb), Network Manager (wifi hotspot).

16. ZTE AC682
Via : Wvdial.

17. ZTE N75 Windows Mobile CDMA
Via : Network Manager, Wifi hotspot (adhoc only), Wvdial (Modem Mode)

18. Sierra Wireless 308
Via : Network Manager (Mobile Broadband), Wvdial (Modem Mode)

New Update

19. Huawei umg 1831
Via : Wvdial, Network Manager (Mobile Broadband)

20. Himax Pure II GT-S9100 (Via USB Tethering)
Vodafone (Huawei K3765) via Network Manager

Sumber:

Cara penggunaan wvdial silahkan baca artikel berikut:

Install Minimal KDE di Manjaro

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Sahabat budiman, semalam saya merencanakan install KDE di Manjaro xfce saya. Berhubung kalau install full KDE kapasitas download 500 MB lebih dan itu tidak memungkinkan bagi saya mengingat hemat kuota juga speed downloadnya hanya 20 kb/s duh lamanya ampun deh.

Lalu inisiatif saya, berkunjung ke kanal IRC manjaro #manjaro di chanel freenode. Al Hamdulillah dari situ ada jawaban yang saya cari-cari yaitu install minimal KDE. Yang fantastis dari minimal desktop ini adalah ukuran downloadnya cuma 100 Mb tok, bisa kita bayangkan betapa rampingnya minimal KDE ini, kemudian saya tambah paket dolphin dan konsole kira kira kurang dari 120 Mb.

Bagaimana caranya?

$ sudo pacman -Sy kdebase-workspace oxygen-gtk2 oxygen-gtk3 kdebase-konsole kdebase-dolphin

Kdebase-workspace adalah paket dasar dari KDE desktop, jadi belum dolphin, kwrite, kmail, dan lainnya, jikalau sobat ingin menambah dan melengkapi paket silahkan ditambah sendiri.

Aktifkan KDM

Jika kita sudah menggunaka login manager lain, maka kita disable/ hapus dulu:

1. Disable Slim

$ sudo systemctl disable slim
$ sudo pacman -R slim

2. Disable Lxdm

$ sudo systemctl disable lxdm
$ sudo pacman -R lxdm

3. Disable MDM

$ sudo systemctl disable MDM
$ sudo pacman -R MDM

Bila login/display manager sebelumnya sudah di disable, baru selanjutnya kita meng-enable KDM

$ sudo systemctl enable kdm.service

Jika sudah, silahkan reboot, nikmati KDE desktop baru anda...









install Razor-qt Desktop di Manjaro

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Razor-qt adalah salah satu macam desktop ringan hadir dari turunan KDE 3 yang menggunakan Qt. Desktop ini cukup menarik, walaupun tidak sebaik Xfce dan LXDE dalam hal fitur. Desktop ini bening seperti antarmuka KDE 3.

Seperti berikut screenshotnya:



Instalasi:
Kebetulan razor-qt sudah tersedia di repo resmi manjaro, jadi instalasi lebih mudah ketimbang menggunakan AUR.

$ sudo pacman -S razor-qt openbox

(Openbox hanya pelengkap saja sebagai windows manager, jika sebelumnya kita sudah memiliki windows manager misal di desktop saya sebelumnya adalah xfce, nah xfce sudah ada windows managernya yaitu xfwm maka saya nggak harus lagi install openbox serta)

NB: Saya menggunakan xfce secara default, kebetulan antara razor-qt dengan xfce kurang akur, jadi tak lama setelah install razor-qt, saya hapus hari itu juga.

Hapus:

$ sudo pacman -R polkit-qt razor-qt libstatgrab openbox