8 Februari 2015

Manjaro 0.8.12 Xfce Peforma Memukau, Sistem Super Ringan

Manjaro adalah distro favorite saya kedua setelah OpenSUSE. Apa alasannya? Rolling release! Lebih user friendly  dibanding jika kita menggunakan Arch Linux, maksud rolling release adalah distro yang selalu mendapat update terbaru baik sistem maupun aplikasinya, mudahnya kita cukup menginstall sekali saja sistem operasi ke perangkat kita tanpa takut out of date, karena developer akan selalu memperbaharui sistem dan aplikasi melalui server yang telah tersedia.
Jika OpenSUSE adalah pilihan yang baik buat yang irit kuota, maka Manjaro malah sebaliknya, merupakan distro yang sangat haus akan kuota merupakan pilihan yang tepat buat pengguna yang punya kuota berlebihan, apalagi jika kita menggunakan WIFI.

Cara Bikin OpenSUSE USB Live Installer

Bismillah...

Apakabar sobat? Kali ini ane mau bikin thread tips sederhana yakni cara bikin live installer untuk distro OpenSUSE.

Jika beberapa tutorial menyarankan membuat usb installer menggunakan imagewriter | Imagewriter for Windows | Imagewriter for Ubuntu |. Aplikasi ini meski sangat direkomendasikan, sayangnya ada kekurangan yang menurut saya sangat mengganggu, yakni format flashdisk dan untuk mengembalikan keadaan yang semula kita harus memformat ulang melalui gparted atau aplikasi partisi Linux lainnya, jadi tidak bisa kita lakukan di Windows. Sebenarnya jika kita format melalui Windows juga bisa namun tidak  pulih100 %, besarnya volume flashdisk mengikuti besarnya ukuran file Iso yang kita extrak ke dalam flashdisk misal, besar file OpenSUSE yang terekstrak di flashdisk 1.2 GB, maka jika diformat begitu saja menggunakan Windows flashdisk yang asalnya 4 Gb akan tetap menjadi 1.2 GB.

6 Februari 2015

OpenSUSE 13.2 Lebih Smooth Dengan Gnome

Layar utama: Kesannya polos
Sebagaimana yang saya janjikan, postingan ini berisikan foto-foto OpenSUSE 13.2 Gnome.

Berbeda dengan versi KDE, opensuse dengan desktop Gnome ternyata lebih smooth dan lebih gesit peformanya saat diuji melalui live installer.

Keindahan Gnome cukup mengagumkan, meski demikian saya belum pernah jatuh cinta dengan desktop ini sejak versi 3. Alasan yang paling simpel adalah tidak efesien dan perubahannya terlalu radikal, anehnya gaya desktop ini malah diikuti microsoft melalui Windows 8 nya.

OpenSUSE 13.2 KDE Yang Semakin Menawan

Sebenernya sudah cukup lama OpenSUSE 13.2 ini dirilis yakni di awan November 2014 kemarin, namun baru kali ini Alakulihal berkesempatan mencicipinya secara live install (belum ada perangkat yang bisa dicoba secara real, atau barang kali ada sobat yang baik hati mendonasikan laptop bekasnya kepada admin, jelek-jelek nggak masalah asal semua hardwarenya dipastikan masih berjalan dengan baik.
Kemegahan KDE dalam OpenSUSE 13.2

Meski tak banyak perubahan OpenSUSE terbaru ini semakin disempurnakan, desktop KDEnya diperbarui dari versi sebelumnya 4.11 menjadi 4.14 rasanaya cukup nanggung juga kenapa tidak langsung menggunakan KDE 5 seperti Kubuntu.

Namun mengingan Novell SUSE Linux Enterprise yang menggunakan opensuse sebagai pengembangan dari distro bisnis mereka, tentu tidak mau main-main dengan pilihannya, KDE 4.14 diyakini sudah cukup stabil dibanding KDE 5 yang belum lama rilis.

5 Februari 2015

Netrunner Si Cantik Yang Gegas Di Laptop Bersepesifikasi Rendah

Bismillah...

Apakabar sobat? sudah lama rasanya saya nggak posting artikel linux besed, dengan bertambahnya kesibukan di pesantren baru.

Kali ini alakulihal akan membawakan makanan baru yang belum pernah kami sentuh, NetRunner. Distro baru yang begitu munculnya itu langsung menggemparkan pecinta linux, walaupun hanya sebuah distro turunan (Kubuntu) ternyata mampu unjuk gigi berkat optimasinya terhadap Ubuntu + KDE. KDE merupakan desktop yang cukup berat nyatanya mampu di oprek menjadi gegas ditangan developer Netrunner.