Desain Dengan Gimp


Flareget Intregation Untuk Flareget Download Manager Tersedia Di Addon Firefox


Tampaknya developer Flareget benar-benar memberi kejutan bagi pengguna Linux, mengenai proyek mereka Flareget Download Manager yang fitur dan interfacenya sangat mirip dengan Internet Download Manager (IDM) sebuah download manager legendaris yang hanya tersedia di sistem operasi Windows saja.

Setelah pemberitahuan bahwa Flareget intergation untuk Chrome tersedia webstore, kini pengembangnya mengabari saya bahwa extention itu juga sudah tiba mendara di addon Firefox silahkan untuk diuji coba. Klik tautan ini: https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/flareget-integration/

Seperti diketahui bersama, awalnya para pengembang proyek Flareget menjadikan extention ini sebagai produk komersial yang hanya bisa didapat dengan membayar 5 $ atau membeli produk Flareget pro yang sudah include intregationnya. Dan kini ternyata sudah didaratkan ke masing-masing webstore browser seperti Firefox dan Chrome/Chromium (Kedepannya Opera juga akan mendapat giliran itu)


Sekian dulu infonya, semoga bermanfaat.

Install Mate Desktop Di Manjaro

Mate adalah desktop environment yang menyerupai Gnome 2, Untuk Instalasi ada 2 opsi. Via AUR atau via Official Mate Repo.

Namun yang lebih dasarankan adalah official mate repo, karena lebih terupdate dan terpecaya, karena memang official dari mate.

Opsi 1. Via AUR.
$yaourt -S mate-desktop-environment


Opsi 2. Official Mate Repo

nano bisa diganti gedit, kwrite, leafpad, atau text editor lainnya sesuai kesukaan anda.

$sudo nano /etc/pacman.conf

Bagian paling bawah tambahkan, atau tepat dibawah keterangan "an example of a custom package repository, dst....."

[mate]
# Official MATE repo:
SigLevel = Optional TrustAll
Server =
http://repo.mate-desktop.org/archlinux/$arch

save.

Lalu
$sudo pacman -Syy
$sudo pacman -S mate mate-extras

Selesai, logout dan login dengan session mate.

Install Codec Multimedia di Ubuntu, Kubuntu, Xubuntu dan Lubuntu

Diantara hal yang banyak dikeluhkan para pengguna baru Ubuntu adalah mereka tidak bisa memutar file audio dan video, mengapa? Karena Ubuntu memang tidak menyertakan codec multimedia pada installernya. Hal itu dilatar belakangi soal lisensi pada beberapa codec yang bukan open source atau free software.
Lalu bagaimana cara menginstall codec multimedia baik audio maupun video? Sobat bisa ikuti langkah berikut:

1. Install pada Ubuntu.
sudo apt-get install ubuntu-restricted-extras

2. Install pada Kubuntu.
sudo apt-get install kubuntu-restricted-extras

3. Install pada Xubuntu
sudo apt-get install xubuntu-restricted-extras

4. Install pada Lubuntu
sudo apt-get install lubuntu-restricted-extras


Sekian semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pengguna Ubuntu khususnya, dan umumnya para pengguna Linux.

Pacman Bar Progress seperti tokoh dalam game pacman (IloveCandy)

AlakulihalCity | Beberapa waktu lalu dalam grup Archlinux di facebook ada yang ngasih penampakan progress pacman jadi imut dan cute seperti tokoh dalam game pacman, sobat tau kan game pacman?

Nah, sebelumnya fitur ini telah ada di Archbang distro turunan Archlinux, sedangkan di Archlinux sendiri fitur ini belum banyak yang tau menggunakannya atau mungkin cara menerapkanya pada Archlinux saya cari cari di google juga masih sulit, ada sih turotialnya tapi pake bahasa planet pluto dan merkurius. Tapi al hamdulillah ada banyak petunjuk yang memudahkan saya menerapkan pada di terminal Archlinux tercinta.

Oh ya, ini juga insya Allah bisa diterapkan ke distro Manjaro, Chakra atau Arch besed lainnya.

1. Langsung saja, buka terminal sebagai root (su) atau bisa juga langsung menggunakan sudo:
# nano /etc/pacman.conf
atau
$ sudo nano /etc/pacman.conf

2. Buat satu baris kosong dengan menekan enter dibawah [options] tambahkan IloveCandy

3. Simpan, lalu sudo pacman -Sy atau langsung # pacman -Syu untuk uji coba sudah work belum trik ini.
Begini jadinya, pacman pada terminal

ArchLinux: Modem Tak Terdeteksi

Modem Huawei E220
Masalah yang saya alami, ketika install Network Manager, adalah modem tidak terdeteksi sama sekali padahal pada network manager di distro lain semacam Ubuntu, Fedora dan OpenSUSE terdeteksi dengan ciamik. Lalu kenapa di Arch dan Manjaro (openbox) modem saya tidak terdeteksi di network manager? Ini pasti ada yang tidak beres.

Wal hasil, ternyata memang benar adanya, bahwa ada perkara yang tak beres. Saya coba ubek-ubek http://wiki.archlinux.org dan al hamdulillah ada hasilnya.

Cara Install:

$ sudo pacman -S networkmanager modemmanager usbutils network-manager-applet usb_modeswitch

Jika sudah, coba enable network managernya (sebagai root/superuser):

# systemctl enable NetworkManager

Lalu enable modem managernya.

# systemctl enable ModemManager

Setelah itu coba reboot, semoga berhasil. Tapi jika tidak mohon beri laporan ya.


Flareget Intregation Untuk Chrome dan Chromium

Kemarin saya dapat email dari developer Flareget Syed Adnan Kamili (caritanya dulu saya pernah kirim email kepada beliau minta diskon Flareget Pro :D, yah, lumayan deh dapat potongan harga 50 ribu walau akhirnya saya tidak jadi beli) Nah beliau ngasih berita bagus, bahwa Extension download helper/ Flareget Intregation untuk Chrome dan Chromium, beliau juga meminta saya dan para pemirsa lainnya untuk menguji coba, silahkan mengunjungi link berikut: https://chrome.google.com/webstore/detail/flareget-integration/hoboanjcaobnfchcnlgjhmnmogmnbipb?utm_source=chrome-ntp-icon 

Otomatis mendownload seperti IDM
Nah dengan hal ini, Linux menjadi lebih keren semoga kita betah dan istiqomah dengan distro yang jadi pilihan kita. Terimakasih (Hammam/Flareget)

Desain Dengan Inkscape (desain vector serupa Corel Draw atau Adobe Ilustator, cuma Ini Gratis... tis...)



Whiskermenu: Menu Cantik Pengganti Menu Classic Xfce

Bermula saya lihat, menu aplikasi di Manjaro xfce 0.8.7 kok bagus banget, seperti start menu Cinnamon atau windows-like gitulah. Nah kebetulan saya pakai Archlinux yang jadi mbahnya Manjaro, saya pikir jika itu adalah script editan dari menu classic Xfce bawaan Manjaro tak akan sulit untuk bisa diterapkan di Arch.
Screenshot Manjaro xfce


Nah mulai saya googling tentang menu xfce, al hasil dapat juga namun bukan script, tapi menu itu adalah sebuah plugin yang harus kita install. Jangan khawatir, ukurannya juga kecil hanya ratusan kb.

Baiklah langsung saja instalasinya:

1. Ubuntu

Tambahkan Repository PPA berikut:

sudo add-apt-repository ppa:gottcode/gcppa
sudo apt-get update
sudo apt-get install xfce4-whiskermenu-plugin

Selesai.

2. ArchLinux

Paket Whiskermenu hanya terdapat di AUR repository, jadi kita installnya pakai yaourt.

$ yaourt xfce4-whiskermenu-plugin

3. OpenSUSE

OpenSUSE 12.3 tambahkan repository berkut:


Atau download file .ymp ini http://software.opensuse.org/ymp/home:gottcode/openSUSE_12.3/xfce4-whiskermenu-plugin.ymp Lalu jalankan dengan YaST dengan doubleklik.

Untuk OpenSUSE versi lain silahkan kunjungi link ini http://software.opensuse.org/package/xfce4-whiskermenu-plugin



4. Untuk distro lain bisa kunjungi website pengembangnya di http://gottcode.org/xfce4-whiskermenu-plugin/ Semoga distro pilihan anda tersedia paketnya.


Menambahkan Menu pada panel

1. Klik kanan pada area panel >> Panel >> Panel Preferences >> Items >> tambah Item >> Pada kolom pencarian tulis “whiskermenu” jika sudah klik add item.

2. Tinggal digeser-geser letaknya, kemudian hapus menu lama.
Penampakan Whisker-menu

Asiknya Membangun OS Sendiri Dengan Arch Linux

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam sejahtera sahabatku semua. Sudah lama saya ingin merasakan betapa asiknya punya sistem operasi yang bisa kita bangun sendiri, namun tantu itu tidak disarankan bagi pengguna yang baru mengenal linux seperti saya ketika itu, ketika itu saya masih menggunakan Ubuntu, pengen sekali punya OS Arch Linux dengan beberapa pertimbangan diatara yang paling penting adalah karena distro itu punya fitur rolling release, sekali install seumur hidup akan mendapat update sistem dan software terbaru. Waw bukan?

Namun beberapa kenyataan, menyebabkan saya mengurungkan niat itu. “Kapan-kapan sajalah”

Nah beberapa hari lalu, akhirnya kesampaian juga dan berhasil install arch dengan modal modem yang kecepatannya tak lebih dari 20 kB/s untuk instalasi yang wajib menggunakan internet.

Membangun Arch Linux

Ini yang menarik, walaupun sebenarnya iso Arch Linux sudah cukup gendut (500 MB) tapi iso itu hanya berisi pondasi kita membangun sistem operasi sendiri, ibaratnya iso Arch Linux adalah sebidang tanah yang terserah bagaimana kita membangun rumahnya dari lantai hingga atapnya, tentu saja cantik jeleknya rumah tergantung kepiawaian kita menciptakan rumah baru.

Disini kita akan banyak belajar dan mendapat pelajaran penting dalam menkonfigurasi sistem, dan bagaimana sistem itu dibangun, untung saja iso Arch Linux sudah dipaketkan wvdial untuk menyambungkan modem denga internet (begitu juga paket untuk koneksi LAN maupun WIFI) jadi tak terlalu sukar membangun sistem jika internet sudah ada.

Yah, pelajaran pertama yang paling berharga bagi saya adalah bisa menggunakan tool wvdial (maklum sebelumnya menggunakan Ubuntu, Fedora, OpenSUSE dan distro-distro GUI lainnya yang tinggal klik untuk koneksi ke modem, LAN maupun WIFI) ternyata tak terlalu rumit.

Pelajaran lainnya terkait dengan instalasi Display Manager, Desktop Enviroment, paket X, dan paket software pendukung lainnya sekaligus mengkonfigurasinya manual sindiri.


Itu dulu cerita saya, nanti proses-prosesnya saya ceritakan di blog ini Insya Allah. (Hammam/Arch)