Install Zekr Al Qur'an Digital di Arch, Manjaro dan Chakra

Assalamu'alaikum pembaca budiman.

Ada sebuah pertanyaan yang mengemuka bagi kita yang menggunakan Linux, “Adakah software Al Qur'an digital di Linux?” kekhawatiran ini mungkin mucul disebabkan masih minimnya software-software di sistem ini. Nah pertanyaan itu sudah terjawab pada tulisan kali ini, software itu bernama “Zekr”.
Zekr merupakan aplikasi Al Qur'an digital terbaik yang hadir di sistem operasi berbasis Linux. User friendly, tampil keren dan fiturnya juga lengkap.

Instalasi di ArchLinux, Manjaro dan Chakra

$ yaourt zekr

Pilih nomer 1 dan 3 => zekr dan zekr-quran-translations-nonfree


Jika sudah selesai, tulis lagi diterminal

$ yaourt ttf-farsiweb

Bila sudah selesai pula, silahkan nikmati zekr sahabat budiman.

Antarmuka
Antarmuka Zekr Al Qur'anul Karim
Navigasi ayat dan surah
Mempermudah navigasi ayat dan surat.
Pencarian kalimat atau ayat.

Hasil dari pencarian kata يوسف

Audio Online
Fitur audio online, baca sambil dengarkan qiro'ah.


Terjemah berbagai bahasa

Paket yang kita install bernama zekr-quran-translations-nonfree tadi sudah mencakup berbagai bahasa dunia, namun masih ada yang belum tercantum dalam paket tersebut. Jika ingin menambahkan lagi paket terjemahan bisa download di http://zekr.org/resources.html

File .zipnya kita letakkan pada /usr/share/java/zekr/res/text/trans/ tentunya dengan akses root.

$ sudo thunar (Xfce Desktop
$ sudo nautilus (Gnome dan Unity Desktop)
$ sudo pcmanfm (LXDE dan Openbox Desktop)

Dan lainnya, tergantung pada file manager yang digunakan.

Coba Install Manjaro 0.85 Arch Besed

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh,

Al Hamdulillah 2 bulan terakhir, pernah saya punya keinginan untuk menginstall Sistem operasi ArchLinux di PC, namun karena beberapa hal sampai sekarang pun Arch belum juga terinstall di notebook kesayangan ini,

Diantara sebab yang ada itu, saya tak ingin terlalu sulit memahami hal-hal sederhana (walau penting juga sih), seperti:
1. Instalasi Arch menggunakan CLI (tapi bukan sebab utama)
2. Instalasi Arch mutlak membutuhkan internet untuk mengistall basenya (sebab utama)
3. Arch defaultnya belum ada Desktop Enviromentnya, segala hal kita ciptakan dan kita mulai mandiri sendiri. (menarik, cuma saya belum siap hal ini)

3 hal diatas menjadi sebab, saya tidak menginstall arch... saya beralih ke pilihan alternatif, apa? Arch besed tapi GUI. Yah saya lebih memilih coba cari GUInya sistem operasi arch, tentu saja bukan project Arch lagi, tapi sistem yang dibagun dari arch.