Manjaro 0.8.12 Xfce Peforma Memukau, Sistem Super Ringan

Manjaro adalah distro favorite saya kedua setelah OpenSUSE. Apa alasannya? Rolling release! Lebih user friendly  dibanding jika kita menggunakan Arch Linux, maksud rolling release adalah distro yang selalu mendapat update terbaru baik sistem maupun aplikasinya, mudahnya kita cukup menginstall sekali saja sistem operasi ke perangkat kita tanpa takut out of date, karena developer akan selalu memperbaharui sistem dan aplikasi melalui server yang telah tersedia.
Jika OpenSUSE adalah pilihan yang baik buat yang irit kuota, maka Manjaro malah sebaliknya, merupakan distro yang sangat haus akan kuota merupakan pilihan yang tepat buat pengguna yang punya kuota berlebihan, apalagi jika kita menggunakan WIFI.

OpenSUSE 13.2 KDE Yang Semakin Menawan

Sebenernya sudah cukup lama OpenSUSE 13.2 ini dirilis yakni di awan November 2014 kemarin, namun baru kali ini Alakulihal berkesempatan mencicipinya secara live install (belum ada perangkat yang bisa dicoba secara real, atau barang kali ada sobat yang baik hati mendonasikan laptop bekasnya kepada admin, jelek-jelek nggak masalah asal semua hardwarenya dipastikan masih berjalan dengan baik.
Kemegahan KDE dalam OpenSUSE 13.2

Meski tak banyak perubahan OpenSUSE terbaru ini semakin disempurnakan, desktop KDEnya diperbarui dari versi sebelumnya 4.11 menjadi 4.14 rasanaya cukup nanggung juga kenapa tidak langsung menggunakan KDE 5 seperti Kubuntu.

Namun mengingan Novell SUSE Linux Enterprise yang menggunakan opensuse sebagai pengembangan dari distro bisnis mereka, tentu tidak mau main-main dengan pilihannya, KDE 4.14 diyakini sudah cukup stabil dibanding KDE 5 yang belum lama rilis.

Netrunner Si Cantik Yang Gegas Di Laptop Bersepesifikasi Rendah

Bismillah...

Apakabar sobat? sudah lama rasanya saya nggak posting artikel linux besed, dengan bertambahnya kesibukan di pesantren baru.

Kali ini alakulihal akan membawakan makanan baru yang belum pernah kami sentuh, NetRunner. Distro baru yang begitu munculnya itu langsung menggemparkan pecinta linux, walaupun hanya sebuah distro turunan (Kubuntu) ternyata mampu unjuk gigi berkat optimasinya terhadap Ubuntu + KDE. KDE merupakan desktop yang cukup berat nyatanya mampu di oprek menjadi gegas ditangan developer Netrunner.

Review Kubuntu 14.04 LTS Trusty Tahr

Linux memang menyenangkan banyak varian dan banyak pula pilihan. Kemarin, demi ingin merasakan Kubuntu LTS yang menggunakan KDE 4.13 versi desktop paling anyar yang dimiliki KDE membuat saya bertekad untuk menjajalnya.

Saya download di jam tengah malam menggunakan paket Loop Telkomsel. Karena dewasa ini Telkomsel bisa dibilang paling murah karena ada layanan 3Gnya (di desa saya nggak ada 3G lain selain Telkomsel hahaha...). Walau dasarnya masih lelet ya tapi masih jauh lebih baik dari jarangan EDGE 2G.

Pagi hari...
Di dampingi dengan kopi panas, saya bikin bootablenya live usb menggunakan Unetbootin yang sudah tersemat sistem operasi OpenSUSE tercinta ini. Well, tak lama selesailah urusan live bootable... Saatnya uji coba.

Beberapa hal yang membuat saya terkesan dan harus mengakui kejantanan yang dimiliki oleh Kubuntu 14.04 ini.

1. Baru menggunakan versi Live, Kubuntu masih saja gesit gerak sana dan sini, luar biasa. Teringat ketika saya menggunakan OpenSUSE versi live minta ampun leletnya, sampai sekarang saya nggak ngerti apa sebab lelet itu. Tapi perbandingan antara Kubuntu 14.04 dengan OpenSUSE 13.1 dalam hal kegesitan 9-2

2. Perubahan suasana, ada beberapa hal yang menciptakan kondisi ini apalagi saya biasa menggunakan OpenSUSE 13.1 tentunya suasananya jauh berbeda.

  • Network-Manager, network manager yang tersemat pada Kubuntu ini cantik sekali dan begitu profesional, lebih-lebih saat menghubungkan modem, signal bar juga terbaca dengan baik. Pada edsi sebelum-belumnya mungkin belum ada network manager keren ini.




Modem Huawei pun sudah dikenali tipenya, biasanya hanya dideteksi sebagai modem Huawei saja.



  • KDE Telepaty Instant Messaging, akhirnya muncul juga IM yang lebih baik dari Kopete lebih terintrigasi dan nyaman dari Kopete. Suasana semakin mengharu biru.

Suasana chat menggunakan KDE Telepaty lebih nyaman dari pada menggunakan Kopete, asiknya nyata.
  • Tak ada hang, lag. dan not responding. Walau baru pagi tadi saya nyoba, sampai saat ini belum ada maslaah laptop hang yang menyebabkan terpaksa harus restart paksa. Pada OpenSUSE 13.1 saya mengalami ini, barang kali sepesifikasi laptop yang kurang memadai.
3. Tool konfigurasi semakin lengkap. Di Kubuntu memang tidak ada tool se keren YaST di OpenSUSE, meski begitu tim developer terus memperbaiki kekurangan dan menambal ketidak sempurnaan. Diantaranya ialah berusaha melengkapi alat-alat untuk mengkonfigurasi desktop agar semakin customizable dan flexible.


4. Aakhirnya dengan desktop yang gesit dan stabil ini membuat saya merencanakan menjadikan Kubuntu sebagai sistem operasi bagi laptop ini selama mungkin.



Xubuntu 14.04 Screenshot Dan Review

18 April kemarin, Ubuntu dan sekeluarga akhirnya dirilis juga, akhirnya membuat nafas segar buat para penggemarnya.

Xubuntu, salah satu dari keluarga Ubuntu, hadir pula meramaikan warna warni distro linux. Lalu apa yang baru pada edisi kali ini?


Kehadiran Xubuntu pada versi 14.04 ternyata tidak membawa perubahan yang ektrim, ya hanya beberapa perubahan dari edisi sebelumnya 13.10. Tapi sedikit itupun tim Xubuntu semakin menciptakan desktop yang memukau.

Perubahan:

1. Screen yang semula menggunakan xscreensver, kini direplace dengan Light Screen.

2. Panel layout sudah diperbarui, dan whiskermenu juga sudah digunakan sebagai menu aplikasi bawaan.



 3. Mugshot, mugshot adalah setting tambahan yang akan kita jumpai di Setting Manager> Personal > About me. Disini kita mengatur kontak informasi kita, dan dan menambahkan face saat login.


4. Untuk mengedit menu aplikasi, Xubuntu menggunakan MenuLibre menggantikan Alacarte yang sebelumnya digunakan pada Xubuntu versi terdahulu.


5. Paket wallpaper komunitas, wallpaper ini adalah gambar pilihan yang kemarin diadakan kontes pemilihan wallpaper untuk Xubuntu.


6. Disertakan juga GTK Theme Config untuk mengkonfigurasi warna pada theme.



7. Perubahan Artwork Xubuntu. Artwork kali ini berbeda dari edisi-edisi sebelumnya, Artwork kali ini ditambahi maskot tikus.


Selain itu juga ada beberapa perbaikan bug, untuk lebih lengkapnya silahkan baca Release Notes.

ScreenShoooot lain:







Secara keseluruhan xubuntu memiliki performa yang baik, kestabilannya bagi saya jauh lebih baik dari pada Unity di Ubuntu.

Terkhusus dalam hal make up, desktop yang dibawakan oleh Xubuntu ini masih menduduki peringkat terbaik dari beberapa distro yang menggunakan Xfce. Saya sangat suka gayanya.

Ringan juga menjadi nilai plus distro keluarga Ubuntu ini. Walaupun dukungannya hanya untuk 3 tahun, toh saya ini bukan tipe orang yang awet tidak pernah ganti distro, bahkan tiap ada rilis gatal rasanya jika tidak menginstall dalam laptop atau minimal mencicipi via live.

Yang rasanya kurang sreg adalah beberapa aplikasi bawaannya yang kurang memadai seperti Abi Word dan Gnumric, saya lebih suka paket Libre Office tertanam pada distro ini.

Oke, lain kali kita bercengkrama kembali.

Kesan pertama menggunakan Fedora 19


1. Kestabilan koneksi internet setelah saya ubah dns default Fedora # gedit /etc/resolv.conf menjadi:
nameserver 8.8.8.8
nameserver 8.8.4.4

Sebelumnya cara diatas sudah saya coba di OpenSUSE walaupun ada perubahan signifikan, namun tetap saja sering kali koneksi terputus, sangat mengganggu terlebih saat melakukan update/ install aplikasi.

2. Gnome 3.8 lebih ringan dari pada Gnome 3.6 yang pernah saya coba di Fedora 18,

3. Intergasi Empathy dengan Gnome cukup sangat menarik, Ini fitur yang tidak saya dapat di KDE (dengan OS OpenSUSE)

4. Presto si penghemat kuota berjalan sangat lancar dan cepat dibanding deltarpm milik OpenSUSE.

5. Gnome 3.8 tampil dengan begitu menawan

Upgrade pertama 479 Mb
Menjadi hanya 137 Mb berkat fitur presto
Nah selain kesan diatas, saya juga ingin mengungkapkan kekecewaan saya terhadap Gnome shell, User Interfacenya terlalu rumit apalagi ketka kita menggunakan beberapa aplikasi aktif, akan terasa sulit berpindah dari satu aplikasi keaplikasi lain. Saya lebih suka kemudahan yang ditawarkan Unity. Semoga ada perubahan yang dilakukan oleh Developer Gnome memperbaiki kerumitan ini.