Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Catatan OpenSUSE

OpenSUSE 13.2 Lebih Smooth Dengan Gnome

Layar utama: Kesannya polos Sebagaimana yang saya janjikan, postingan ini berisikan foto-foto OpenSUSE 13.2 Gnome. Berbeda dengan versi KDE, opensuse dengan desktop Gnome ternyata lebih smooth dan lebih gesit peformanya saat diuji melalui live installer. Keindahan Gnome cukup mengagumkan, meski demikian saya belum pernah jatuh cinta dengan desktop ini sejak versi 3. Alasan yang paling simpel adalah tidak efesien dan perubahannya terlalu radikal, anehnya gaya desktop ini malah diikuti microsoft melalui Windows 8 nya.

Fixed: not connected to dbus server

Pagi tadi ditengah keheningan waktu dhuha, saat saya mau bikin manjaro live installer menggunakan Unetbootin maupun SUSE Studio Imagewriter, kepala ini dipusingkan dengan notifikasi error yang berbunyi "Could not start process Cannot talk to klauncher: Not connected to D-Bus server.". Keliling sampai tujuh keliling lebih di alam google, ternyata nggak dapet-dapet juga. Duhai kawan, pusing sungguh kala itu. Akhirnya saya coba tanya ke forum IRC #suse channel dari freenode. "Kenapa ini kawan?" kira-kira begitu saya tanya. Beberapa solusi di ajukan, beberapa kali saya coba dan beberapa kali pula masalah belum terselesaikan. Eh, tiba-tiba onebody ngasih solusi, untuk mengeksekusi perintah berikut dengan akses root. # export $(dbus-launch) Selanjutnya urusan jadi beres, pekerjaan jadi nyaman. Sekian tips kecil ini, semoga membantu.

Catata Kecil OpenSUSE: Suspend, notebook malah tidak bangun-bangun

Catata Kecil OpenSUSE #Suspend, notebook malah tidak bangun-bangun Berhari-hari saya merasakan sebalnya peristiwa ini, tepatnya pada waktu notebook saya mensuspend-kan dirinya. Begitu saya coba bangkitkan kembali dari suspend notebook tak bangun-bangun justru hanya berkedap-kedip tak berujung, akhirnya terpaksa saya shutdown paksa. Nah tulisan ini adalah curhatan saya yang Al-Hamdulillah menghasilkan kesimpulan dan solusi yang memuaskan. Saya diskusi dengan mas Andi Sugandi, mas Trias, mas Dinar Ardiatama dan terakhir mas Arif Budiman. Atas saran mas Andi Sugandi notebook saya menggunakan kernel-desktop, sebuah kernel yang dioptimalkan untuk penggunaan desktop sehari-hari (secara default mesin 32 bit menggunakan kernel-default, sedangkan mesin 64 bit menggunakan kernel-desktop) Saya menggunakan OpenSUSE 32 bit. Al Hamdulillah begitu selesai install kernel-desktop =>> Restart => pilih kernel-desktop pada menu grub OpenSUSE, hasilnya saya sengaja suspendkan