26 November 2013

Singkat cerita, Komentar Untuk OpenSUSE 13.1

Ah tak terasa sudah seminggu saya menggunakan OpenSUSE 13.1 di laptop, banyak sekali yang ingin saya ceritakan, tapi toh kata-kata sulit sekali diungkap. Ya jadinya akan sayat tulis sebatas apa yang saya mampu saja.

#OpenSUSE_13.1

1. Belum sestabil dari 12.3 masih rentan bug, tapi ini saya maklumi, kenapa? Ya karena rilisnya juga baru seminggu lalu. Sebulan kemudian saya harap makin stabil.

2. KDE 4.11 racikan OpenSUSE memang jempolan, saya bandingkan dengan KDE milin Fedora spin 20 (Versi Beta) yang terasa hambar tanpa ada mucup, namun di OpenSUSE sensasinya luar biasa. Jika dibandingkan dengan KDE 4.10 di OpenSUSE 12.3 ini jauh lebih #maknyos, jarang terjadi kesalahan-kesalahan, dari pengalaman ini kinerja dan performa 4.11 di OpenSUSE lumayan juga.

Satu hal yang kurang saya sukai, Sering hang. Ya mungkin memang hardware saya kurang bagus. Namun meski demikian KDE 4.11 tetap ringan.

3. Adem, Ih ini juga bikin heran, di OpenSUSE 12.3 laptop cepet banget panas dan kali ini 13.1 keadaannya lebih adem. Saya sarankan untuk partisi system gunakan format xfs, sebenarnya kurang yakin juga sih apa sebabnya laptop lebih adem, mungkin bisa jadi karena kernelnya, driver-driver lain atau... atau... (tanda tanya).

4. Amarok, #cool #nyess. Audio player yang diusung KDE bener-bener, sayang beratnya mukan main, sampai-sampai pernah laptop dibikin hang, padahal cuma buka chrome dan Amarok ketika dilihat CPU usagenya 100%. Hemm... apa perlu cari alternatif lain?

5. Walau beberapa hal diatas mengganggu, tak membuat saya tak kerasan menggunakan OpenSUSE (Saya dualboot dengan Manjaro).

6. Ini ceritaku, mana ceritamu?

#Update

Write 10 Januari 2014

1. Kinerja maknyus stabil nyaris tanpa bug.

2. Laptop tetep adem.

3. Kadang-kadang icon traynya mendadak berubah entah apa sebabnya dan bagaimana membenahinya tapi begitu di logout/ restart icon tray kembali normal (terjadi sangat jarang)

4. very cool...