Langsung ke konten utama

Postingan

Pacman Bar Progress seperti tokoh dalam game pacman (IloveCandy)

AlakulihalCity | Beberapa waktu lalu dalam grup Archlinux di facebook ada yang ngasih penampakan progress pacman jadi imut dan cute seperti tokoh dalam game pacman, sobat tau kan game pacman? Nah, sebelumnya fitur ini telah ada di Archbang distro turunan Archlinux, sedangkan di Archlinux sendiri fitur ini belum banyak yang tau menggunakannya atau mungkin cara menerapkanya pada Archlinux saya cari cari di google juga masih sulit, ada sih turotialnya tapi pake bahasa planet pluto dan merkurius. Tapi al hamdulillah ada banyak petunjuk yang memudahkan saya menerapkan pada di terminal Archlinux tercinta. Oh ya, ini juga insya Allah bisa diterapkan ke distro Manjaro, Chakra atau Arch besed lainnya. 1. Langsung saja, buka terminal sebagai root (su) atau bisa juga langsung menggunakan sudo: # nano /etc/pacman.conf atau $ sudo nano /etc/pacman.conf 2. Buat satu baris kosong dengan menekan enter dibawah [options] tambahkan IloveCandy 3. Simpan, lalu sudo pacman -S

ArchLinux: Modem Tak Terdeteksi

Modem Huawei E220 Masalah yang saya alami, ketika install Network Manager, adalah modem tidak terdeteksi sama sekali padahal pada network manager di distro lain semacam Ubuntu, Fedora dan OpenSUSE terdeteksi dengan ciamik. Lalu kenapa di Arch dan Manjaro (openbox) modem saya tidak terdeteksi di network manager? Ini pasti ada yang tidak beres. Wal hasil, ternyata memang benar adanya, bahwa ada perkara yang tak beres. Saya coba ubek-ubek http://wiki.archlinux.org dan al hamdulillah ada hasilnya. Cara Install: $ sudo pacman -S networkmanager modemmanager usbutils network-manager-applet usb_modeswitch Jika sudah, coba enable network managernya (sebagai root/superuser): # systemctl enable NetworkManager Lalu enable modem managernya. # systemctl enable ModemManager Setelah itu coba reboot, semoga berhasil. Tapi jika tidak mohon beri laporan ya.

Flareget Intregation Untuk Chrome dan Chromium

Kemarin saya dapat email dari developer Flareget Syed Adnan Kamili (caritanya dulu saya pernah kirim email kepada beliau minta diskon Flareget Pro :D, yah, lumayan deh dapat potongan harga 50 ribu walau akhirnya saya tidak jadi beli) Nah beliau ngasih berita bagus, bahwa Extension download helper/ Flareget Intregation untuk Chrome dan Chromium, beliau juga meminta saya dan para pemirsa lainnya untuk menguji coba, silahkan mengunjungi link berikut:  https://chrome.google.com/webstore/detail/flareget-integration/hoboanjcaobnfchcnlgjhmnmogmnbipb?utm_source=chrome-ntp-icon   Otomatis mendownload seperti IDM Nah dengan hal ini, Linux menjadi lebih keren semoga kita betah dan istiqomah dengan distro yang jadi pilihan kita. Terimakasih (Hammam/Flareget)

Desain Dengan Inkscape (desain vector serupa Corel Draw atau Adobe Ilustator, cuma Ini Gratis... tis...)

Whiskermenu: Menu Cantik Pengganti Menu Classic Xfce

Bermula saya lihat, menu aplikasi di Manjaro xfce 0.8.7 kok bagus banget, seperti start menu Cinnamon atau windows-like gitulah. Nah kebetulan saya pakai Archlinux yang jadi mbahnya Manjaro, saya pikir jika itu adalah script editan dari menu classic Xfce bawaan Manjaro tak akan sulit untuk bisa diterapkan di Arch. Screenshot Manjaro xfce Nah mulai saya googling tentang menu xfce, al hasil dapat juga namun bukan script, tapi menu itu adalah sebuah plugin yang harus kita install. Jangan khawatir, ukurannya juga kecil hanya ratusan kb. Baiklah langsung saja instalasinya: 1. Ubuntu Tambahkan Repository PPA berikut: sudo add-apt-repository ppa:gottcode/gcppa sudo apt-get update sudo apt-get install xfce4-whiskermenu-plugin Selesai. 2. ArchLinux Paket Whiskermenu hanya terdapat di AUR repository, jadi kita installnya pakai yaourt. $ yaourt xfce4-whiskermenu-plugin 3. OpenSUSE OpenSUSE 12.3 tambahkan repository berkut: zypper addrepo

Asiknya Membangun OS Sendiri Dengan Arch Linux

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Salam sejahtera sahabatku semua. Sudah lama saya ingin merasakan betapa asiknya punya sistem operasi yang bisa kita bangun sendiri, namun tantu itu tidak disarankan bagi pengguna yang baru mengenal linux seperti saya ketika itu, ketika itu saya masih menggunakan Ubuntu, pengen sekali punya OS Arch Linux dengan beberapa pertimbangan diatara yang paling penting adalah karena distro itu punya fitur rolling release, sekali install seumur hidup akan mendapat update sistem dan software terbaru. Waw bukan? Namun beberapa kenyataan, menyebabkan saya mengurungkan niat itu. “Kapan-kapan sajalah” Nah beberapa hari lalu, akhirnya kesampaian juga dan berhasil install arch dengan modal modem yang kecepatannya tak lebih dari 20 kB/s untuk instalasi yang wajib menggunakan internet. Membangun Arch Linux Ini yang menarik, walaupun sebenarnya iso Arch Linux sudah cukup gendut (500 MB) tapi iso itu hanya berisi pondasi kita membangun